Senin, 09 April 2012

IHSG memasuki masa konsolidasi antara 4100-4230







IHSG ditutup pada level 4166.374, naik 32.338 points (+0.78%), dengan total value transkasi sebesar 4.1 trilyun rupiah, dimana asing net sell sebesar 159 milyard rupiah.

Dow. 13060.14. -14.61. -0.11%
Nasdaq. 3080.50. +12.41. +0.40%
S&P 500. 1398.08. -0.88. -0.06%
FTSE. 5723.67. +19.90. +0.35%
Dax. 6775.26. -8.80. -0.13%
CAC40. 3319.81. +6.34. +0.19%
Oil. 103.31. +1.84. +1.81%
Gold. 1628.50. +16.20. +1.00%
IDR. 9110 (source: yahoo finance)
Euro. 1.3096
TLKM. 32.69 +1.01. +3.19%. Rp7470
ISAT. 27.64. +0.05. +0.18%. Rp5036
BumiPLC. 598.00. -6.50. -1.08%
EIDO. 31.42. +0.37. +1.19%
Timah. 22700. -200. -0.89%
Nickel. 18230. -370. . -2.03%
CPO 3604RM +46 +1.29% $1175
Corn. 658.25. +1.50. +0.23%
Soybean. 56.64. +0.62. +1.11%
Wheat. 638.50. -0.75. -0.12%
DOC. IDR 3750. +0. +0.00%

Tip trading buat hari ini Senin, tanggal 9 April 2012 :
1. Hampir seluruh Emiten sudah merilis laporan keuangan full year tahun 2011, sehingga IHSG nampaknya sudh price-in dengan menceiptakan level tertinggi beberapa hari yang lalu pada level 4230, sehingga jangan terlalu berharap banyak IHSG akan naik lebih tinggi lagi dari level 4230.
2. Apabila tidak ada gangguan dari Dow yang turun tajam lebih dari 1%, atau Dow tidak lebih rendah dari level psikologis 13.000, maka minimal IHSG akan bertahan pada level 4100.
3. Faktor positif saat ini adalah IHSG memasuki fase dimana Emiten membagikan deviden-deviden dari laba’nya, so buat para trader saat’nya untuk rajin-rajin membaca dan memperhatikan pengumuman pembagian deviden.
4. IHSG saat ini memasuki masa konsolidasi dengan range 4100-4230, turun dari level 4100 maka akan membuka support lebih rendah ke level 4000.
5. Sektor yang paling bullish masih tetap saham property, sedangkan sector yang cenderung stagnan adalah sector mining/coal.

IHSG :
Secara TA, IHSG still bullish.
turun ke fibo 50%, mantul kembali.
Laporang keuangan full year hampir seluruh emiten sudah keluar.
sehingga IHSG akan bergerak side way antara 4012-4230.
Faktor positif saat ini adalah IHSG memasuki masa pembagian deviden dari emiten.
Close > MA5>MA20>MA50>MA200.
Tembus diatas 4187 berpeluang menuju level 4230 kembali.
S : 4147... 4121, R L 4175... 4187

BBRI :
Saham ini sejak dibuka ditekan hingga 6900.
Namun Close = Open = High.
Sehingga candle berbentuk hammer.
apakah tanda bottom reversal.
Konsolidasi saat ini dalam range 6900-7150.
Tembus 7150 berpeluang menuju level 7250-7300.
S : 6950... 6900, R : 7100... 7150

BKSL :
Saham property ini paling tertinggal oleh saham property lainnya.
Namun Secara TA, saham ini mulai bagus.
Tembus level 270 berpeluang menuju level 285-310.
Close>MA5>MA20>MA50>MA200.
S : 260... 255, R : 275... 285

Bursa Asia masih negatif
Sebagian bursa saham Asia yang masih buka, kembali melemah di akhir pekan ini (Jumat, 6/45) akibat terseret turun oleh Wall Street yang ditutup merosot lagi lantaran investor masih dibayangi kekhawatiran terhadap terhentinya stimulus dari the Fed.
Selain itu lonjakan yield obligasi Spanyol pasca hasil lelang yang mengecewakan Rabu lalu, turut menimbulkan kekhawatiran baru terhadap tingginya beban hutang pemerintah Spanyol. Bahkan investor kini menjadi cemas karena pemerintah Spanyol kemungkinan tidak akan mampu mencapai target penghematan anggaran.
Sementara indeks Nikkei Jepang terpantau anjlok hari ini menjelang laporan penting ketenaga-kerjaan A.S, seiring indeks mengarah pada kerugian mingguan terburuknya dalam 8 bulan terakhir akibat pudarnya harapan atas berlanjutnya stimulus A.S serta kekhawatiran terbaru seputar zona euro. Nikkei tercatat melanjutkan penurunannya lagi dengan anjlok sebesar 58.18 poin ke level 9709.43, sementara indeks Nikkei futures melorot 60 poin ke level 9720.
Sikap yang sangat optimis terhadap gambaran ekonomi A.S kini sudah berlalu. Pasar sudah tidak lagi memperkirakan pelonggaran moneter selanjutnya dari the Fed. Di sisi lain pasar justru melihat banyak ketidakpastian di dalam krisis utang Eropa. Bahkan pemilihan umum (pemilu) di Yunani serta pemilihan kepresidenan di Perancis hanya akan menciptakan ketidakpastian baru


Tidak ada komentar:

Posting Komentar